Panasonic LED untuk Menerangi Kompleks Candi Prambanan

Panasonic LED untuk Menerangi Kompleks Candi Prambanan

Panasonic LED untuk Menerangi Kompleks Candi Prambanan

SEBANYAK 16 proyektor lampu LED telah disumbangkan ke Kompleks Candi Prambanan, yang ditunjuk sebagai properti Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991. Sebelumnya, situs Prambanan menggunakan lampu halogen (HID) untuk penerangannya, dengan penggantian lampu dengan proyektor LED akan mengurangi konsumsi energi sekitar 30 persen.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), Perwakilan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di Jakarta, dan Panasonic Corporation pun menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) empat arah pada tanggal 9 Oktober untuk mempromosikan “konservasi dan peningkatan kesadaran untuk melindungi situs Warisan Dunia UNESCO” dan “pendidikan dan kegiatan budaya yang bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat muda di sekitar Borobudur, Prambanan dan situs Ratu Boko di Indonesia.”

Penandatanganan ini menandai peluncuran proyek bersama berikut. Donasi proyektor LED untuk menerangi Kompleks Candi Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia.

Proyektor LED tersebut juga dapat menyala dengan seketika dan memiliki umur pemakaian yang lebihpanjang yakni selama 40.000 jam tentu secara signifikan dapat menurunkan beban untuk pemeliharaan dengan mengurangi kebutuhan untuk penggantian lampu.

 

Dengan lampu LED baru yang disumbangkan oleh Panasonic untuk mencerahkan tiga candi utama, diharapkan akan memberikan kontribusi untuk promosi situs Warisan Dunia dan lingkungan sekitarnya.

Selain itu, ada juga dua program pendidikan bersama bagi para pemangku kepentingan lokal dan masyarakat yang tinggal di sekitar Candi Borobudur dan Prambanan untuk melakukan promosi industri kreatif.

Program-program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya upaya menjaga situs Warisan Dunia dan memberikan kesempatan pengembangan mata pencaharian bagi kaum muda melalui program pendidikan dan pelatihan tentang industri budaya.

Seperti diketahui, PT Panasonic Gobel Eco Solutions Sales Indonesia telah memperkuat jajaran produknya dengan merilis 49 model lampu LED, termasuk lampu langit-langit (ceiling lights), dan sembilan model lampu LED untuk penggunaan non-rumah tangga di pasar Indonesia mulai 1 Maret 2015 mendatang. Ini bertujuan untuk meningkatkan target penjualan bisnis lampu di Indonesia sebesar 10 miliar yen pada Tahun Anggaran (TA) 2018 atau sekitar empat kali lebih besar dibanding TA 2013.

Mr. Ichiro Suganuma selaku Panasonic Group Representative in Indonesia berharap, dengan inovasi teknologi yakni lampu LED serta kemitraan Indonesia dan UNESCO ini dapat terjalin ikatan dan kemauan bersama seluruh masyarakat untuk menjadikan bumi ini tempat yang diidamkan, sesuai dengan komitmen Panasonic yakni, A Better Life, A better World.

(amr)

10 Penemuan Teknologi Paling Spektakuler di 2014

10 Penemuan Teknologi Paling Spektakuler di 2014

OHIO – Dunia Teknologi semakin bertambah maju. Berbagai inovasi mengagumkan diterapkan diberbagai aspek kehidupan manusia. Penggunaan teknologi diberbagai aspek itu digunakan untuk membantu kehidupan manusia.

Salah satu penciptaan yang mengesankan dunia teknologi, yakni nanoteknologi. Nanoteknologi merupakan manipulasi materi pada skala atomik dan skala molekular. Berikut 10 nanoteknologi yang mengesankan sepanjang 2014, dikutip dari Theconversation, Rabu (17/12/2014).

Nanobots DNA

Pada bulan Februari lalu, tim dari Israel menjelaskan mengenai nanobots DNA yang disuntikan pada kecoa. Nanobots yang telah dirakit mampu mengontrol molekul pada sel tertentu. Nanobots tersebut difungsikan untuk bidang medis, seperti menditeksi penyakit kanker.

Nanotubes

Nanotubes merupakan molekul karbon besar yang membentuk tabung dengan termal dan sifat elektrik yang tidak biasa. Pada Maret lalu, Tim dari Massachusets Institute of Technology (MIT) dan CalTech melaporkan cara untuk memasukkan nanotubes ke dalam kloropas tanaman. Kombinasi itu mendorong fotosintesis pada tanaman.

Robot Berbentuk Kerang

Seorang peneliti dari Max Planck Institute di Jerman mengembangkan sebuah robot kecil yang dapat berenang di aliran darah dan dapat menperbaiki kerusakan jaringan dan membersihkan sisa obat-obatan.

Mikrochip Membantu Orang Lumpuh

Melalui sebuah chip yang dikenal dengan Neurobridge dapat merangsang dan otot berdasarkan pola yang telah dibuat di otak.

Sel-sel Hidup Membantu Perbaikan Sumsum Tulang Belakang

Bioteknologi memproduksi obat baru untuk membantu pasien. Tim medis di Wroclaw Medical University membantu pasiennya dengan cara mengambil sel hidup yang ada pada pasien kemudian dimasukkan ke dalam sumsum tulang belakang.

Selanjutnya, sel-sel yang ditransplantasikan merangsang saraf yang terputus untuk tumbuh dan menyatu kembali. Inovasi ini memperlihatkan bahwa kerusakan sistem saraf dapat dipulihkan.

Pesawat Drone, Pengirim Jasa Masa Depan

Pesawat tanpa awak atau lebih dikenal dengan Drone, saat ini banyak digunakan, tak terkecuali untuk pengantar paket penjualan. Agustus lalu, Google menggunakan Drone sebagai pengantar coklat ke perternakan di Queensland.

Mini Robot

Robot memilki peran penting in banyak industry, tetapi jika robot itu dimasukkan kedalam kawanan mereka untuk melakukan banyak hal. Pada Agustus lalu dalam jurnal science melaporkan 1.000 mini robot di Havard mampu merakit dirinya sendiri menjadi bentuk-bentuk tertentu.

Printer 3D

Printer 3D saat ini sudah menjadi teknologi yang berkembang. Perkembangannya terlihat dari salah satu tim berasal Amsterdam memulai proyek pembangunan seluruh rumah menggunakan printer 3D.

Inovasi Terbaru Dalam Luar Angkasa

Penyelidikan Badan Antariksa Eropa Rosetta pada 12 November merilis ‘Probe Philae’ yang menjadi pesawat luar angkasa pertama kali yang mendarat di komet.

Green Power dan Clean Water

Merawat tumbuhan manjadi hobi bagi penyuka tanaman. Salah satu merawat tumbuhan itu dengan cara menyiramnya. Sebuah inovasi yang disebut ‘Sunflower’ memudahkan untuk menyiram tanaman.

Inovasi ini dapat digunakan di manapun dan menggunakan cahaya matahari sebagai daya listrik. Selain itu, air yang dihasilkan juga bervariatif, seperti air panas, dingin atau air biasa.

(amr)

STMIK PRINGSEWU KUNJUNGI PERNERBIT CV Andi Offset

 

PRINGSEWU – Sebayak 250 mahasiswa-mahasiswi STMIK Pringsewu dan lima pendamping yang melakukan kunjungan industri (KI) 2014 mengikuti seminar di penerbit dan percetakan CV. Andi Offset di jalan Beo No. 39-48 Yogyakarta senin(24/11).

Kedatangan rombongan mahasiswa-mahasiswi STMIK Pringsewu yang melakukan kunjungan industri (KI) 2014 dengan menggunakan 5 bus langsung diterima jajaran  CV. Andi Offset.

Dalam kesempatan itu para mahasiswa STMIK Pringsewu diajak mengelilingi tempat-tempat ruang produksi percetakan buku dan mendapatkan pemaparan manajemen secara  langsung dengan cara Tanya jawab  dari CV. Andi Offset. Bahkan pada kesempatan mahasiswa yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar dari CV. Andi Offset langsung mendapatkan doorprize. Perwakilan CV. Andi Offset Yohan menjelaskan bahwa Andi Offset adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan dan penerbitan buku berdiri sejak tahun 1980 oleh JH Gondowijoyo.

Perusahaan Andi Offset mengambil nama anak JH Gondowijoyo yang lebih berperan dalam penerbitan buku-buku komputer, IT, Teknik, Umum dan buku pegangan matakuliah mahasiswa yang di jurusan  Ilmu Komputer,” ujarnya dijelaskan Yohan. Bahwa CV. Andi Offset yang memiliki misi dunia pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa“.

Komitmen perusahaan terhadap konsistensi kualitas, buku-buku terbitan penerbit ANDI semakin mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat. Peningkatan mutu buku dilakukan baik dengan penyaringan naskah para penulis lokal, maupun berkerja sama dengan mahasiswa ,”kata dia.

Usai  dari CV. Andi Offset rombongan mahasiswa-mahasiswi STMIK Pringsewu yang melakukan KI 2014 menuju ketempat Objek wisata sejarah yakni candi Prambanan dan pusat perbelanjaan malioboro. Sementara itu, Wakil Ketua III STMIK Pringsewu ,Nur Aminudin, M.T.I, Mewakili ketua yayasan Fauzi,S.E,M.Kom,Akt Mengatakan KI adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan STMIK Pringsewu jurusan sistem informasi dan manajemen informatika sebagai salah satu cara untuk menambah ilmu dan pengalaman yang di butuhkan di dunia kerja yang belum didapatkan dalam perkuliahan.” Jadi, dengan KI mahasiswa STMIK Pringsewu  jurusan sistem informasi dan manajemen informatika akan lebih mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada secara langsung. Sehingga mahasiswa dapat menganalisis dan membadikan ilmu-ilmu yang sudah di pelajari dalam perkuliahan  dengan pratek yang ada dalam dunia kerja,”jelasnya. Dijelaskan dia, bahwa jadwal KI 2014 mahasiswa STMIK Pringsewu yang berlangsung selama enam hari rencana beberapa tempat objek wisata dan perusahaan di Jogja dan bandung.

Hari Senin (24/11) tiba di Jogja rencana menuju objek wisata keraton Jogja percetakan CV.Andi Offset, candi prambanan  dan malioboro, kemudian hari selasa, KI IT di kampoeng cyber Kelurahan patehan, kecamatan Kraton, Yogyakarta. Usai acara KI di kampoeng cyber menuju objek wisata candi borobudur.” terang nur.

Setalah itu,lanjut Nur Aminudin, pada  jadwal KI 2014 mahasiswa STMIK Pringsewu Rabu (26/11) tiba di bandung rencana menuju tangkuban perahu dan produksi kaos C59 serta kerajinan kulit cibaduyut.” hari kamis(26/11) menuju trans studio dan jum’at (28/11) pagi sudah sampai tiba di Kampus STMIK Pringsewu,” Pungkasnya.(mul)

Sumber : Radar Pringsewu

 

STMIK Pringsewu Gelar Donor Darah

 


PRINGSEWU – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pringsewu bekerja sama dengan RSUD Pringsewu, dan Perguruan STMIK Pringsewu,  melaksanakan kegiatan bakti sosial donor darah. Kamis (11/12) di Kampus STMIK Pringsewu.Donor darah yang  diawali oleh Ketua Yayasan Startech Lampung Hi. Fauzi, SE. M.Kom. AKt, diikuti Nur Aminudin, M.T.I selaku Wakil Ketua III STMIK Pringsewu, Dosen dan Staf STMIK Pringsewu serta oleh 100 orang pendonor dari semua kalangan mahasiswa/i STMIK Pringsewu, Polsek Pringsewu, maupun masyrakat.

Sekretaris PMI Pringsewu, Agus Tondo, mengatakan, Menurutnya, Donor darah dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Hari PMI Tahun 2014. Pihak RSUD Pringsewu   menyediakan petugas medis dan peralatan yang diperlukan secara gratis

Menurut Agus, hasil dari donor darah akan diserahkan kepada RSUD Pringsewu.

Hal Senada juga diungkapkan Hi. Fauzi. SE. M.Kom. AKt. Menurutnya donor darah sifatnya sangat penting untuk membantu bahkan  menyelamatkan nyawa orang lain yang butuh bantuan darah.

“Kegiatan semacam ini harus didukung sepenuhnya sebab sifatnya untuk kepentingan sosial, karenanya Kampus STMIK siap sebagai tempat kegiatan pelaksanaan donor darah,” tandasnya.

Perlu kita ketahui ada beberapa Manfaat dan Keuntungan Pendonor Darah : Bentuk kepedulian terhadap sesama, Satu kantong darah dapat menyelamatkan 3 nyawa, Membantu menurunkan berat badan, Membantu membakar kalori, Deteksi dini resiko kesehatan, Melindungi jantung, Mencegah stroke, Mengatur kontrol kesehatan, Meningkatkan sel darah merah, Meningkatkan kapasitas paru-paru dan ginjal, Meningkatkan kesehatan psikologis, Membantu sirkulasi darah, Menurunkan zat seng dalam darah, Memperbaharui sel darah baru, Mencegah resiko kesehatan, Mencegah penyakit langka, Mengetahui lebih lanjut tentang tipe darah individu. Itulah manfaat donor darah untuk kesehatan kita dan orang lain yang perlu kita ketahui dan perlu kita juga mendonorkan darah kita. Dengan mendonorkan darah tersebut, darah kotor dan kental kita yang memperlambat peredaran darah dapat dibuang dan diganti dengan darah yang lebih segar.

Versi cetak

 

250 Mahasiswa KI 2014 ke Jogja – Bandung

 

PRINGSEWU – Sebanyak 250 mahasiswa-mahasiswi STMIK Pringsewu dan didampingi lima pendamping melakukan Kunjungan Industri (KI) 2014 menuju Jogja-Bandung dengan selama enam hari mulai Minggu (23/11) hingga Jumat (28/11) mendatang.

 

Pelepasan rombongan mahasiswa-mahasiswi KI 2014 dengan menggunakan 5 bus secara simbolis dilepas langsung oleh Ketua Yayasan STMIK Pringsewu, Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., bertempat dihalaman Pendopo Pringsewu, Minggu (23/11).

 

Acara pelepasan yang juga dihadiri jajaran para dosen, staff, dan para pengurus Badan Kesekutif Mahasiswa (BEM) STMIK Pringsewu.

 

Ketua Yayasan Fauzi, S,E., M.Kom., Akt., dalam pengarahan mengatakan bahwa konsep mahasiswa yang melakukan KI 2014 belajar melihat dalam perjalanan langsung di lapangan.

 

“Bahkan KI periode ini langsung seminar di lokasi atau di CV. Andi Offset sebuah perusahaan yang bergerak dibidang dipercitakan surat kabar dan pnerbitan buku. Sehingga mahasiswa bisa bertanya belajar langsung melihat dari segisistem percetakan hingga penjualan buku”, ujarnya.

 

Lanjut dia, bahwa tergantung dari sudut pandang mahasiswa STMI ada perbedaan setiap kunjungan industri yang dilihat.

 

“Karena mahasiswa sistem informasi dan manajemen harus bisa apa yang diperhatikan dilihat bisa bermanfaat niat, nawaitu untuk belajar jangan sampai salah,” ujar Fauzi.
Ia juga berharap kepada mahasiswa-mahasiswi STMIK Pringsewu yang melakukan KI 2014 tidak terjadi hal-hal yang diinginkan sampai melanggar hokum.

 

“Karena niat untuk belajar jangan sampai salah memalukan nama baik kampusdapat dijaga, ucapan dengan baik dengan kekompakan selalu berdoa selama perjalanan Insyaallah dapat berjalan lancer,” pesan Fauzi.

 

Menurut Fauzi,bahwa dalam KI 2014 mahasiswa STMIK Pringsewu tujuan akhirnya untuk mendapatkan ilmu. “Jadi, apa yang sudah dilihat, dikunjungi dikampung internet maupun pabrik konvensi C59 mahasiswa bisa belajar untuk ditereapkan dimasing-masing kampung halamannya bagaimana cara memasarkan produk melalui internet,” ucapnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua III STMIK pringsewu, Nur Aminudin,M.T.I mengatakan, KI adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan STMIK Pringsewu jurusan sistem informasi dan manajemen informatika sebagai salah satu cara untuk menambah ilmu dan pengalaman yang dibutuhkan dunia kerja yang belum didapatkan dalam perkuliahan.

 

“Jadi, dengan KI mahasiswa STMIK Pringsewu jurusan sistem informasi dan manajemen informatika akan lebih mengetahui permasalahn-permasalahan yang ada secara langsung, sehingga mahasiswa dapat menganalisis dan membandingkan ilmu-ilmu yang sudah dipelajari dalam perkuliahan dengan praktek yang ada dalam dunia kerja,” jelasnya.

 

Dijelaskan dia, bahwa jadwal KI 2014 mahasiswa STMIK Prinsewu yang berlangsung selama enam hari rencana dibeberapa tempatobjek wisata di Jogja dan Bandung.

 

“Hari Senin (24/11) tiba dijogja rencana menuju objek wisata keratin Joga, percetakn CV. Andi Offset dan candi prambanan dan Malioboro. Kemudian hari Selasa KI IT di kampoeng Cyber kelurahan Patehan kecamatan Kraton Yogyakarta. Usai acara di Kampoeng Cyber menuju objek wisata Borobudur,” terang Nur.

 

Setelah itu lanjut Nur Aminudin, pada jadwal KI 2014 mahasiswa STMIK Pringsewu Rabu (26/11) tiba di Bandung rencana menuju Tangkuban Perahu dan produksi kaos C59 serta kerajinan kulit Cibaduyut. “Hari Kamis (26/11) menuju trans Studi dan Jumat (28/11) pagi sudah sampai tiba di Kampus STMIK Pringsewu,” pungkasnya. (mul)

 

Sumber : Radar Pringsewu, Senin (24/11)

Invasi ke Gaza Diawali Dengan Serangan Cyber

 

JAKARTA–Peneliti dari perusahaan keamanan internet, FireEye, menemukan bahwa lonjakan serangan cyber dapat dijadikan sebagai peringatan dini untuk memprediksi konflik antar negara. Sebelum konflik di Gaza dan aneksasi Krimea baru-baru ini, analis mencatat lonjakan malware atau perangkat lunak berbahaya yang mengirimkan pesan.

“Kita bisa melihat itu setara dengan yang ada di perbatasan,” kata Kevin Thompson, seorang analis ancaman FireEye dilansir The Telegraph.

FireEye menganalisis jumlah komunikasi yang dikirim oleh program malware selama 18 bulan terakhir dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari lebih dari 5.000 klien dan pemerintah di seluruh dunia. Mereka menemukan bahwa di tengah jutaan pesan yang ditangkap, ada lonjakan dramatis dalam sinyal malware menjelang konflik antara Rusia dan Ukraina mengenai Krimea, dan di hari-hari sebelum konflik terbaru Israel dengan Hamas di Gaza .

FireEye berharap dapat memperluas penelitian mereka untuk melihat apakah temuan tersebut berlaku dalam jangka waktu yang lebih lama. “Kami ingin melihat kembali data yang ada selama satu tahun lalu dan mencoba untuk menghubungkan itu dengan semua kejadian di dunia pada periode yang sama,” kata Thompson.

Saat ini, banyak negara yang menggunakan malware untuk mengumpulkan data intelijen dan juga untuk menyerang sasaran bagi negara-negara yang bermusuhan. “Itu hanya bagian dari usaha keamanan nasional saat ini,” kata Kenneth Geers, salah seorang peneliti.

Stewart Rowles, asisten direktur bidang operasional di sebuah perusahaan intelijen strategis, KCS, mengatakan bahwa pemerintah meningkatkan pantauan terhadap lonjakan serangan malware untuk mengidentifikasi potensi konflik.

“Malware tidak hanya digunakan oleh penipu tetapi juga oleh pemerintah dan kelompok-kelompok teroris yang kini mencurahkan segenap sumber daya untuk menciptakan prajurit cyber yang berfungsi hanya untuk memata-matai kekuatan saingan,” katanya kepada The Telegraph.

 

Source : REPUBLIKA.CO.ID

STMIK Pringsewu KI ke Pabrik Kaos C59 Bandung

 

BANDUNG – Sebanyak 250 mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Pringsewu melakukan Kunjungan Industri (KI) 2014 di pabrik kaos C59 Bandung, Rabu (26/11) kemarin.

 

 

Kedatangan rombongan mahasiswa-mahasiswi STMIK Pringsewu dengan menggunakan 5 bus yang didampingi lima orang pendamping langsung diterima oleh Bagian Promosi dan Marketting perusahaan C59 Bandung, Rawi beserta jajarannya.

 

 

Pada kesempatan itu juga seluruh mahasiswa diajak berkeliling di pabrik kurang lebih sekitar satu hektar yang terletak di Jalan Cigadung Raya Timur No.107, Bandung untuk melihat secara langsung bagaimana cara membuat produk-produk pakaian bermerk C59 dan outlet penjualannya.

 

 

Bagian Promosi dan Marketing perusaahan C59 Bandung, Rawi menyampaikan ucapan terimakasih dengan kunjungan yang dilakukan mahasiswa STMIK Pringsewu.

 

“Apalagi kita juga sering mendapatkan order produk C59 dari Provinsi Lampung. Mudah-mudahan kami bias menjadi inspirasi dan menambah wawasan bagi mahasiswa STMIK Pringsewu atas kedatangan kunjungannya,” ujarnya.

 

 

Menurut dia, bahwa produk C59 pemasaran sudah bias dilihat di mana-mana dan cabang retailnya bertebaran di seluruh pelosok Indonesia serta luar negeri.

 

“Bahkan pemasaran produk C59 kami juga sudah sampai ke Malaysia. Tapi, tapi kami tidak ekspor orang yang langsung dating kesini. Selain itu juga bisa membuat pesanan desain yang kami tawarkan maupun desain sendiri sesuai permintaan anda dari kain polos menjadi sebuah produk yang bisa dipakai atau anda jual kembali dengan mengutakan kualitas dan mutu pelayanan dan service terjamin,” tutur Rawi.

 

Selain itu, lanjut Rawi, bahwa pihak C59 terus membimbing generasi-generasi yang lebih muda untuk membangun peluang wirausaha dengan cara menawarkan kerjasam lewat kunjungan kresatif baik di instansi pemerintahan maupun swasta serta perguruan tinggi.

 

“Yang jelas kita juga siap selalu membantu terbuka bagi siapapun atau mahasiswa yang ingin bekerjasama berwirausaha menjual produk C59 ditempat tinggalnya dengan desain sama harga murah minimal pemesanan 50 potong. Bahkan para pekerja dari sini biasa setelah keluar sudah bisa langsung membuka usaha yang sama seperti ini,” tuturnya.

 

 

Sementara itu, Pendamping STMIK Pringsewu, Noprianto mengatakan, dari hasil KI 2014 mahasiswai STMIK di pabrik C59 Bandung terlihat banyak manfaat yang diambil karena sangat mudah untuk membuka peluang berwirausaha secara mandiri.

 

“Karena kalau saya melihat alat-alat yang digunakan tidak perlu begitu banyak memerlukan alat modern. Jadi, dari KI di sini tentu akan bisa membuka peluang usaha kreatif mandiri bagi mahasiswa STMIK setidak agar bisa meniru berwirausaha,” ujarnya.

 

Dijelaskan Nopriyanto, manfaat bagi para mahasiswa yang sudah pasti bisa membaca peluang ingin berwirausaha minimal nanti dapat membantu meringankan beban kuliah tidak lagi sepenuh menggantungkan orang tuanya.

 

“Apalagi C59 selalu siap berkerjasama untuk membantu mahasiswa menjual dan memasarkan produknya. Untuk itu kita berharap kedepannya para mahasiswa dari hasil KI disini langsung bisa menerapkan ilmu wirausaha di masing-masing tempat tinggalnya,” harapnya.

 

Pada kesempatan itu juga rombongan mahasiswa STMI Pringsewu usai berkunjung di Pabrik C59 Bandung langsung melanjutkan perjalanan menuju objek wisata gunung Tangkuban Perahu dan kerajinan Kulit CIbaduyut. (mul)

 

Sumber : Radar Pringsewu