Microsoft-UI Kembangkan Aplikasi MED+ Pengganti Jenazah

Microsoft-UI Kembangkan Aplikasi MED+ Pengganti Jenazah

JAKARTA – Microsoft bersama Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), bersama VI System (PT. Vertikal Integrasi Internasional) sebagai pengembang aplikasi, meluncurkan MED+. Aplikasi pendidikan kesehatan yang memungkinkan para mahasiswa kedokteran Indonesia untuk mempelajari anatomi, fisiologi, dan patologi tubuh manusia secara tiga dimensi.

Aplikasi MED+ akan tersedia secara khusus di tablet berbasis Windows 8.1 Acer Aspire Switch 10, serta dapat diunduh di Windows Store.

Saat ini, MED+ yang tersedia di Acer Aspire Switch 10 telah dilengkapi dengan Office 365, yang meliputi Microsoft Office Online (Word, Excel, Power Point, OneNote, Calendar, Outlook).

Sebagai langkah selanjutnya, MED+ yang diunduh di Windows Store juga akan langsung hadir lengkap dengan Office 365 sehingga memungkinkan pelajar kedokteran merasakan manfaat fitur-fitur produktif yang tersedia untuk pembelajaran sehari-hari.

Penggunaan Aplikasi MED+ di platform Windows 8.1 yang dilengkapi dengan Office 365 akan menunjang kolaborasi dan interaksi dalam proses belajar mengajar mahasiswa kedokteran.

Rektor Universitas Indonesia, Muhammad Anis, mengatakan, Aplikasi MED+ terdiri atas enam modul pembelajaran sesuai standar ilmu kedokteran, yaitu sistem kardiovaskuler (jantung), sistem pencernaan, sistem pernafasan, sistem reproduksi, sistem urinal, serta sistem saraf.

Pada peluncuran hari ini, aplikasi MED+ akan menyajikan modul tentang sistem kardiovaskuler sebagai tahap awal, dan kedepannya akan dilengkapi dengan 5 modul pembelajaran ilmu kedokteran lainnya.

“Peluncuran aplikasi MED+ ini menandakan sebuah revolusi baru di dunia pendidikan kesehatan dan kedokteran Indonesia,” kata Muhammad Anis, dalam keterangannya kepada Okezone, Jumat (19/12/2014).

Dengan kehadiran aplikasi MED+ ini, lanjut Anis, diharapkan para mahasiswa kedokteran dan ilmu rumpun kesehatan Indonesia dapat semakin mudah mempelajari dan mendalami ilmu kesehatan, sehingga kedepannya menghasilkan para dokter, perawat, dan praktisi kesehatan Indonesia yang siap menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin besar.

Benny Kusuma, Education Lead, Microsoft Indonesia, mengatakan dengan teknologi Microsoft, yaitu Windows 8.1, para mahasiswa kedokteran dapat mengakses aplikasi MED+ secara lebih cepat dan nyaman.

Windows 8,1 menjadi pilihan yang tepat karena mendukung gaya hidup yang mobile melalui beragam aplikasi, mendukung produktivitas, dan dilengkapi dengan Windows Defender untuk memastikan keamanan perangkat.

Selain itu, dengan OneDrive yang tersedia, para mahasiswa kedokteran dapat menyimpan berbagai hasil pembelajaran dan penelitiannya dengan kapasitas penyimpanan data yang tidak terbatas serta jaminan privasi yang terpercaya.

Mahalnya Jenazah

Sebagai pengembang aplikasi MED+, CEO, VI System, Andrey R. Hidayat, mengatakan bahwa ide untuk mengembangkan aplikasi ini bermula dari mahalnya jenazah (kadaver) untuk mempelajari anatomi tubuh manusia. Hal ini membatasi kesempatan mahasiwa untuk mempelajari organ manusia secara menyeluruh.

“Oleh karena itu, kami berpikir untuk menciptakan aplikasi yang berfungsi juga untuk mempelajari anatomi tubuh tapi secara lebih praktis, yaitu dengan pemanfaatan teknologi,” tuturnya.

(amr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s